HEBAT! SISWA-SISWI SMP ISLAM MODERN AL FAQIH DAN MA MODERN AL FAQIH BORONG MEDALI DI BERBAGAI AJANG OLIMPIADE NASIONAL 2026

Sima, Pemalang – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Islam. Siswa-siswi dari SMP Islam Modern Al Faqih dan MA Modern Al Faqih sukses memborong sederet medali dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Siswa Nasional (OSSN) tingkat Kabupaten/Kota tahun 2026, serta beberapa kompetisi sains tingkat nasional lainnya.

Dominasi perolehan medali ini membuktikan kualitas akademik luar biasa yang dimiliki oleh para santri Pondok Pesantren Al Faqih, khususnya di bidang sains dan bahasa.

Berikut adalah daftar lengkap para jawara yang berhasil mengharumkan nama sekolah. Sapu Bersih Medali di OSSN Tingkat SMP 2026, tim SMP Islam Modern Al Faqih tampil luar biasa dengan membawa pulang total 5 medali di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris

  1. Nilna Lutfah Azkiya – Sukses menorehkan prestasi tertinggi dengan meraih Medali Emas di bidang Ilmu Pengetahuan Alam .
  2. Nikita Husna Khansa – Meraih Medali Perak di bidang Bahasa Inggris.
  3. Aisyah Darma Dita Gusma – Meraih Medali Perak di bidang Ilmu Pengetahuan Alam.
  4. Mutiara Khairunnisa Mashadi – Meraih Medali Perak di bidang Ilmu Pengetahuan Alam.
  5. Tri Putri A’yuni Rahmawati – Meraih Medali Perak di bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

Tak mau kalah dengan adik kelasnya, jenjang Madrasah Aliyah (MA) juga menunjukkan taringnya di kompetisi sains tingkat menengah atas. Cindy Amanda Putri  Berhasil mengamankan Medali Perunggu di bidang Fisika pada ajang OSSN tingkat SMA/MA 2026. Tak hanya Cindy, Ata Rizki Naeli Muna pun berhasil lolos OSN Tingkat kabupaten dan akan mewakili Kabupaten Pemalang ke Tingkat Provinsi di bidang Biologi.

Selain sukses besar di ajang resmi OSSN, para siswa MA dan SMP Modern Al Faqih juga unjuk gigi dalam kompetisi berskala nasional lainnya di tahun yang sama:

  1. FOSNAS Sains Day Anniversary 2026

Pada ajang ini, delegasi MA Modern Al-Faqih kembali naik podium. Minhajul Abidin sukses membawa pulang Medali Perak di bidang Matematika.

  1. Jawara Science Olympiad National Tingkat SMP 2026

Nama Nikita Husna Khansa kembali bersinar. Setelah menyabet perak di OSSN, ia membuktikan ketangguhannya di ajang kompetisi nasional ini dengan sukses membawa pulang Medali Emas.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para siswa serta bimbingan intensif dari para guru. Semoga pencapaian di tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi dan mengintegrasikan ilmu agama dengan sains modern.” Ujar Ibu Hj.Furqotun S.Pd selaku Kepala SMP Islam Modern Al Faqih.

Selamat kepada para pemenang! Semoga prestasi ini menjadi jembatan menuju kesuksesan yang lebih besar di tingkat provinsi hingga nasional. Al Faqih Juara!

SINERGI MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI: SMP & MA MODERN AL FAQIH GELAR ORIENTASI WALI SANTRI BARU DAN SARASEHAN BERSAMA PENDIRI YAYASAN

Sima, Pemalang – Memulai tahun ajaran baru dengan kesamaan visi dan misi, SMP Islam Modern Al Faqih dan MA Modern Al Faqih sukses menggelar agenda Pertemuan dan Orientasi Wali Santri Baru untuk kelas 7 (SMP) dan kelas 10 (MA). Pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh ratusan wali santri, jajaran dewan guru, serta pengurus yayasan.

​Acara ini didesain sebagai jembatan silaturahmi sekaligus penyelarasan komitmen antara pihak pesantren dan orang tua dalam mendidik santri di era modern.

​Dalam sesi utama, pihak manajemen madrasah memaparkan secara komprehensif mengenai arah pendidikan yang akan ditempuh oleh para santri baru. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi visi dan misi dari Pondok Pesantren Al Faqih, SMP Islam Modern Al Faqih Serta MA Modern Al Faqih. Selain pemaparan mengenai visi dan misi sesi ini juga memaparkan mengenai kurikulum yang ada baik di pondok, SMP maupun MA.

​Sesi selanjutnya yaitu pemaparan mengenai program unggulan  dan tata tertib yang akan di sepakati oleh para walisantri nantinya. Penjelasan mengenai regulasi kehidupan dipesantren dan lingkungan sekolah demi membentuk karakter santri yang mandiri, jujur, dan bertanggung jawab.

​Puncak dari rangkaian acara ini adalah sesi sarasehan interaktif bersama Pendiri Yayasan Haji Taidin Sima, Bapak Faqih Usman, M.Tech.

​Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya konsep tripartit pendidikan, yaitu kerja sama yang kuat antara santri, pesantren, dan orang tua.

​”Pendidikan yang sukses di era modern ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pondok pesantren adalah tempat menempa, namun doa dan kerelaan dari orang tua di rumah adalah bahan bakar utama kesuksesan anak-anak kita. Kami berkomitmen memberikan fasilitas dan metode terbaik agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki mentalitas islami yang tangguh,” ujar Bapak Faqih Usman M. Tech.

​Sesi sarasehan kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka, di mana para wali santri diberikan kesempatan untuk bertanya, memberikan saran, dan berdiskusi langsung mengenai masa depan pendidikan putra-putri mereka.

​Acara ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran proses belajar mengajar selama satu tahun ke depan. Melalui orientasi ini, diharap para wali santri dapat melepas putra-putrinya dengan rasa percaya penuh, siap bersinergi mengantarkan mereka menjadi generasi Robbani yang siap bersaing di kancah global.

 

HARUMKAN NAMA MADRASAH, ATA RIZKI NAELI MUNA SISWI MA MODERN AL FAQIH LOLOS KE OSN TINGKAT PROVINSI BIDANG BIOLOGI

Sima, Pemalang – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh MA Modern Al Faqih. Ata Rizki Naeli Muna, siswi berbakat dari madrasah tersebut, dinyatakan resmi lolos ke tingkat provinsi dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 untuk bidang mata pelajaran Biologi.

​Keberhasilan ini diraih setelah Ata sukses bersaing ketat dengan ratusan pelajar terbaik lainnya di tingkat kabupaten/kota. Pengumuman resmi ini disambut penuh rasa syukur dan sukacita oleh seluruh keluarga besar Yayasan Haji Taidin Sima, khususnya MA Modern Al Faqih.

​Lolosnya Ata ke tingkat provinsi bukanlah hal yang instan. Di bawah bimbingan intensif dari guru-guru biologi madrasah serta program pendampingan melekat yang diterapkan di MA Modern Al Faqih, Ata mampu menguasai materi-materi olimpiade yang terkenal kompleks, mulai dari biologi seluler, genetika, hingga ekologi.

​”Ini adalah bukti nyata bahwa santri yang belajar di pesantren modern tidak hanya unggul dalam ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga mampu bersaing di barisan terdepan dalam bidang sains dan teknologi. Keberhasilan Mbak Ata adalah motivasi besar bagi seluruh siswa siswi lainnya.” Ujar Ibu Fatmawati, M.E. Selaku kepala MA Modern Al Faqih.

​Apresiasi tinggi juga datang dari Pendiri Yayasan Haji Taidin Sima, Bapak Faqih Usman, M.Tech. Beliau menyampaikan bahwa yayasan akan terus memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materiil, demi mempersiapkan Ata menghadapi kompetisi di tingkat provinsi yang tantangannya tentu akan jauh lebih besar.

​Saat ini, Ata Rizki Naeli Muna tengah menjalani program training center dan pendalaman materi intensif bersama tim pembimbing madrasah. Seluruh civitas akademika MA Modern Al Faqih dan para wali santri turut mengiringi langkah Ata dengan doa, berharap prestasi ini menjadi berkah serta pembuka jalan bagi prestasi-prestasi internasional ke depannya.

​Selamat berjuang di tingkat provinsi, Ata Rizki Naeli Muna! Grafika prestasi MA Modern Al Faqih kian gemilang!

TINGKATKAN SPIRITUAL DAN WAWASAN, PONDOK PESANTREN AL FAQIH SUKSES GELAR TARBIYATUL ALAM 2026

­

Sima, Pemalang– Pondok Pesantren Al Faqih sukses menyelenggarakan kegiatan Tarbiyatul Alam yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, dewan guru, serta ustadz dan ustadzah dengan mengombinasikan wisata spiritual, edukasi, dan tadabur alam.

​Kegiatan Tarbiyatul Alam kali ini dirancang tidak hanya untuk menyegarkan pikiran, tetapi juga memperkokoh spiritualitas santri (tabarrukan) serta memperluas wawasan kewirausahaan mereka.

​Rangkaian Wisata Religi dan Tadabur Alam.

​Perjalanan dimulai dengan agenda ziarah ke makam para ulama besar dan penyebar syiar Islam di tanah Jawa. Rute ziarah yang dikunjungi meliputi:

​Makam Syekh Maulana Syamsuddin di Pemalang.

​Makam Mbah Dalhar di Watucongol, Magelang.

​Makam Mbah Nur Iman di Mlangi, Yogyakarta.

​Suasana khusyuk menyelimuti setiap lokasi ziarah saat seluruh rombongan melantunkan tahlil dan doa bersama.

​”Ziarah ini bertujuan agar para santri dapat meneladani kegigihan perjuangan para ulama dan menumbuhkan rasa takzim kepada ahli kubur, khususnya para waliyullah,” ujar Bapak Irkhamudin selaku kepala Pondok Pesantren Al faqih

​Setelah agenda religi, rombongan bergerak menuju kawasan Gunung Merapi untuk melakukan Lava Tour. Menggunakan mobil jeep, para santri diajak mengeksplorasi jejak ketangguhan alam pasca-erupsi Merapi, yang sekaligus menjadi momentum tadabur alam guna mensyukuri keagungan ciptaan Allah SWT.

​Tak hanya terpaku pada kegiatan spiritual dan alam, Pondok Pesantren Al Faqih juga membekali santri dengan wawasan kewirausahaan melalui kunjungan edukasi ke pusat produksi Bakpia Jogkem di Yogyakarta. Di sini, para santri melihat langsung proses pembuatan bakpia khas Jogja, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan.

​Perjalanan di Yogyakarta kemudian ditutup dengan wisata santai menikmati atmosfer budaya di kawasan ikonik Malioboro.

​Sebelum bertolak kembali ke pondok pesantren, seluruh rombongan melakukan agenda penting, yaitu silaturahmi ke kediaman Pendiri Pondok Pesantren Al Faqih, Bapak Ir. KH. Faqih Usman, M.Tech.

​Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh berkah. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ir. KH. Faqih Usman memberikan nasihat, motivasi, serta doa restu kepada para santri agar ilmu yang didapatkan selama di pesantren maupun selama perjalanan Tarbiyatul Alam ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

​Setelah prosesi silaturahmi dan ramah tamah selesai, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan pulang menuju Pondok Pesantren Al Faqih dengan selamat, membawa pulang pengalaman berharga dan semangat baru dalam menuntut ilmu.

DI BAWAH LANGIT JUNI, MA DAN SMP ISLAM MODERN AL-FAQIH MERAJUT JIWA PANCASILA

Sima, Pemalang – Ketika sang fajar menyapa pagi dengan semburat emasnya, keheningan Senin mendadak berubah menjadi simfoni kebangsaan yang khidmat. 1 Juni 2026, halaman utama Pondok Pesantren Al-Faqih menjadi saksi bisu bersatunya tekad dan rasa cinta tanah air. Seluruh siswa siswi, guru, dan staf dari MA Modern Al-Faqih serta SMP Islam Modern Al-Faqih berdiri tegak, menyatu dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

​Suasana khusyuk begitu lekat terasa saat angin pagi berembus perlahan, mengiringi derap langkah tegap pasukan pengibar bendera. Di bawah langit Juni yang cerah, Sang Merah Putih perlahan beranjak naik, meniti tiang tertinggi, membawa serta doa dan harapan bangsa yang dititipkan pada pundak generasi muda.

​Pancasila bukan sekadar untaian kata yang dihafal, melainkan napas yang harus dihirup dalam setiap jengkal kehidupan. Dalam amanatnya, Ibu Hj. Furqotun S.Pd. Selaku pembina upacara menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh sanubari para peserta upacara.

​”Pancasila adalah titik temu dari segala keberagaman kita. Di lembaga yang modern dan berlandaskan islami ini, nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan harus menjadi fondasi utama. Menjadi modern bukan berarti melupakan akar sejarah, melainkan membawa nilai luhur bangsa ini terbang tinggi menembus zaman.”

​Gema pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 terdengar lantang, memecah kesunyian pagi, seolah menegaskan kembali janji suci untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

​Upacara yang diikuti oleh ratusan siswa berseragam rapi ini menjadi refleksi nyata betapa indahnya harmoni antara nilai-nilai keislaman dan semangat kebangsaan. Di tangan para siswa siswi MA Modern Al faqih dan SMP Islam Modern Al-Faqih, Pancasila tidak hanya dijaga sebagai ideologi negara, tetapi juga diamalkan sebagai wujud syukur atas nikmat kedamaian di bumi pertiwi.

​Ketika doa penutup dipanjatkan, sebaris harapan melangit memohon agar kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga bangsa ini dalam persatuan yang kokoh. Upacara pun usai, namun getaran semangat 1 Juni dipastikan tidak akan padam ia akan terus menyala di dalam dada, menjadi suluh yang menerangi jalan pengabdian mereka bagi agama dan bangsa

PENUH KHIDMAT DAN PRESTASI, SMP ISLAM MODERN AL FAQIH GELAR TASYAKURAN ANGKATAN KE-6

Sima, Pemalang (23/26) – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti helatan akbar Tasyakuran Angkatan ke-6 SMP Islam Modern Al Faqih. Acara yang menjadi momentum pelepasan sekaligus kesyukuran atas kelulusan siswa-siswi kelas 9 ini berlangsung dengan sangat khidmat, meriah, dan dihadiri oleh seluruh jajaran yayasan, asatidz, wali murid, serta tamu undangan.

​Kemeriahan acara sudah terasa sejak pagi hari pada sesi pra-acara. Lantunan sholawat yang syahdu dan penuh semangat dibawakan oleh tim Hadroh Pondok Pesantren Al Faqih, berhasil membangun nuansa religius yang kental di area acara.

​Suasana semakin khidmat saat memasuki opening ceremony, yang ditandai dengan prosesi kedatangan rombongan Yayasan Haji Taidin Sima. Kehadiran para pimpinan yayasan ini disambut hangat dan penuh penghormatan oleh seluruh hadirin yang memenuhi ruangan.

​Acara resmi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara indah dan menyentuh hati oleh Ibu Fatihatul Baidho, S.Pd. Setelah itu, seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Al Faqih dan Hymne Al Faqih yang menggema penuh rasa bangga.

​Memasuki sesi sambutan, laporan pertama disampaikan oleh Ibu Eva Fatmala, S.Pd. selaku Ketua Panitia, yang menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak hingga acara ini dapat terselenggara dengan sukses. Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Islam Modern Al Faqih, Ibu Hj. Furqotun, S.Pd., yang memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan dan prestasi yang telah diukir oleh para siswa angkatan ke-6 selama menempuh pendidikan.

​Tak ketinggalan, Pembina dan Pendiri Yayasan H. Taidin Sima, Bapak Ir. Faqih Usman, M.Tech., turut memberikan sambutan dan wejangan penting terkait tantangan pendidikan modern berbasis nilai Islam di masa depan.

​”Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi para santri dan siswa untuk terus menebar manfaat di masyarakat dengan memegang teguh iptek dan imtag,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Sebelum memasuki acara inti, panggung tasyakuran dimeriahkan oleh berbagai penampilan bakat dari siswa-siswi SMP Islam Modern Al Faqih dan MA Modern Al Faqih. Mulai dari seni islami hingga kreativitas santri ditampilkan dengan apik, memukau para wali murid yang hadir.

​Detik-detik yang paling dinantikan pun tiba, yaitu Prosesi Tasyakuran Kelas 9 SMP Islam Modern Al Faqih. Satu per satu siswa dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan siswa berprestasi dan pengakuan atas selesainya masa studi mereka di tingkat sekolah menengah pertama dengan hasil yang membanggakan. Tangis haru dan senyum bahagia tampak jelas di wajah para orang tua/wali murid saat melihat putra-putri mereka berprosesi.

​Sebagai pemungkas sekaligus puncak dari seluruh rangkaian acara, hadirin mendengarkan amanat bimbingan yang disampaikan oleh Pengasuh Harian Pondok Pesantren Al Faqih, Bapak Kyai Mutamam Rois. Dalam amanatnya, beliau berpesan agar para alumni angkatan ke-6 tetap menjaga akhlakul karimah, menjaga hafalan Al-Qur’an, dan berbakti kepada orang tua di mana pun mereka melanjutkan studi.

​Acara tasyakuran angkatan ke-6 SMP Islam Modern Al Faqih ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Abdul Baki, memohon keberkahan, kesuksesan, dan perlindungan Allah SWT bagi seluruh alumni dalam menempuh perjalanan hidup selanjutnya.

Sambut Ujian Munaqosyah, Pondok Pesantren Al Faqih Gelar Apel Pembukaan Khidmat

Sima, Pemalang– Suasana khidmat menyelimuti halaman utama Pondok Pesantren Al Faqih pada Senin pagi (4/5). Para santri berkumpul dengan seragam rapi untuk mengikuti Apel Pembukaan Ujian Munaqosyah. Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian ujian akhir santri yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 4-6 Mei 2026.

​Ujian Munaqosyah merupakan tahapan krusial bagi santri kelas 9 sebagai tolak ukur keberhasilan mereka dalam menyerap ilmu agama selama tiga tahun menempuh pendidikan di pesantren. Materi yang diujikan meliputi hafalan Al-Qur’an, pemahaman Kitab Kuning, serta praktik ibadah dan dakwah.

​Dalam amanatnya, Bapak Irkhamudin, A.Md selaku Kepala Pondok Pesantren Al Faqih menyampaikan bahwa ujian ini bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan ujian mental dan spiritual.

​”Munaqosyah ini adalah cermin dari kesungguhan kalian dalam menuntut ilmu. Kerjakan dengan jujur, jaga adab di depan penguji, dan sandarkan hasilnya kepada Allah SWT. Nilai yang berkah lahir dari proses yang jujur,” pesan beliau di hadapan para peserta apel.

​Setelah apel dibubarkan, para santri di arahkan untuk sholat duha berjamaah terlabih dahulu dan langsung menuju ruang ujian masing-masing dengan membawa kartu peserta. Pihak pondok berharap melalui ujian ini, para santri kelas 9 dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan menjadi bekal berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di lingkungan pesantren maupun sekolah umum.

​Semangat berjuang untuk para santri Al Faqih! Semoga dimudahkan dan dilancarkan hingga hari terakhir.

 

Lentera Pendidikan Dalam Dekapan Adab, Gema Hardiknas MA Modern Al Faqih & SMP Islam Modern Al Faqih

Sima, Pemalang – Semangat memajukan kualitas pendidikan nasional bergema di lingkungan MA Modern Al Faqih dan SMP Islam Modern Al Faqih. Seluruh siswa, guru, dan staf kependidikan berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) pada pagi hari ini (Sabtu, 2 Mei 2026).

​Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak M. Farkhan Makhbubi, S.Pd selaku Kesiswaan MA Modern Al Faqih, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya adaptasi pendidikan di era modern. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemajuan teknologi.

​”Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita semua—khususnya keluarga besar Al Faqih untuk merefleksikan kembali semangat Ki Hajar Dewantara dalam konteks pendidikan modern yang berakhlakul karimah,” ujar beliau di hadapan para peserta upacara.

​Petugas upacara yang menggabungkan pengurus Osis MA Modern Al Faqih dan SMP Islam Modern Al Faqih ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta menciptakan sinergi pendidikan yang berkelanjutan. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya upacara dengan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, menciptakan pemandangan yang rapi dan disiplin.

​Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi perkembangan MA Modern Al Faqih dan SMP Islam Modern Al Faqih agar terus mencetak generasi emas yang unggul dalam prestasi dan santun dalam budi pekerti.

​Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan seluruh civitas akademika semakin termotivasi untuk terus belajar dan berkarya demi masa depan bangsa yang lebih cerah.

 

MENJEMPUT CAHAYA DI UJUNG PENA, SIMFONI KEBAYA DAN DOA BERGEMA DALAM HIKMATNYA UPACARA PERINGATAN HARI KARTINI

Sima, Pemalang –  Pagi ini, matahari seolah terbit lebih anggun di ufuk Timur. Udara sejuk menyelimuti halaman luas yang biasanya riuh dengan derap langkah sepatu sekolah, kini berubah menjadi Susana hikmat . Di bawah naungan langit biru, keluarga besar MA Modern Al Faqih dan SMP Islam Modern Al Faqih berkumpul untuk merajut kembali memori tentang sosok yang memecah gelapnya pingitan dengan lentera ilmu, Raden Ajeng Kartini.

​Upacara peringatan hari ini bukan sekadar seremoni baris-berbaris. Barisan siswa siswi serta guru dan staff karyawan yang mengenakan kebaya elok tampak seperti taman bunga yang sedang mekar (Selasa, 21 April 2026).

​Setiap langkah mereka menuju lapangan upacara seolah membisikkan pesan bahwa emansipasi bukanlah tentang meninggalkan jati diri, melainkan tentang keberanian untuk bermimpi setinggi langit tanpa melupakan akar tradisi dan nilai Islami.

​Dalam amanatnya Ibu Furqotun, S.Pd. selaku Pembina Upacara menyampaikan betapa pentingnya menjaga api literasi yang dahulu dinyalakan oleh Kartini melalui surat-suratnya.

​”Kartini tidak berjuang dengan pedang, melainkan dengan ketajaman pikiran dan ketulusan hati. Di sekolah modern ini, kalian adalah Kartini-Kartini masa kini yang memegang pena untuk menuliskan sejarah baru bagi bangsa dan agama,” ujar beliau di hadapan siswa siswi yang menyimak dengan takzim.

​Peringatan Hari Kartini di MA Modern Al Faqih dan SMP Islam Modern Al Faqih ditutup dengan doa bersama. Harapannya sederhana namun mendalam agar dari rahim sekolah ini, lahir generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap lembut dalam budi pekerti layaknya Kartini yang selalu merindu akan kemajuan bagi kaumnya.

​Hari ini, di Lapangan Upacara Pondok Pesantren Al Faqih, semangat itu tidak hanya dirayakan, tetapi dihidupkan kembali dalam sanubari setiap insan pendidikan. Bahwa “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar judul buku, melainkan janji masa depan yang cerah bagi mereka yang tak lelah belajar.

Sinergi Pesantren dan Orang Tua, KH. Fakih Usman, M.Tech. Hadiri Istighosah & Dialog Wali Santri

Sima, Pemalang – Pondok Pesantren Al Faqih kembali menyelenggarakan kegiatan Istighosah Rutin Bulanan yang berlangsung khidmat di kompleks pesantren. Acara kali ini menjadi istimewa karena selain menjadi ajang zikir bersama, juga dibuka ruang dialog langsung antara pengasuh dengan para orang tua/wali santri.

​Acara diawali penampilan hadroh dari para santri Pondok Pesantren Al Faqih dan dilanjutkan dengan pembacaan zikir istighosah, tahlil, dan sholawat yang dipimpin oleh Kyai Mutamam Rois selaku pengasuh harian Pondok Pesantren Al Faqih. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti majelis saat para santri dan wali santri bersatu dalam doa, memohon keberkahan ilmu serta keselamatan bagi keluarga dan bangsa.

​Dalam sambutannya, KH. Fakih Usman menekankan bahwa kesuksesan seorang santri dalam menuntut ilmu tidak lepas dari ridha dan doa tulus orang tua di rumah. Beliau yang memiliki latar belakang pendidikan teknologi ini juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak di era digital.

​Agenda yang paling dinanti adalah sesi Tanya Jawab dan Dialog Interaktif. Pada sesi ini, KH. Fakih Usman, M.Tech. memberikan kesempatan kepada wali santri untuk menyampaikan aspirasi, pertanyaan, maupun kendala yang dihadapi dalam proses pendidikan putra-putri mereka.

​Beberapa poin penting yang dibahas dalam sesi tersebut antara lain:

​Perkembangan Karakter: Bagaimana orang tua dan pesantren dapat bersinergi memantau kedisiplinan santri saat masa liburan.

​Fasilitas Penunjang: Diskusi mengenai pengembangan sarana prasarana pondok untuk kenyamanan belajar santri.

​”Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang transparan. Melalui sesi tanya jawab ini, kami ingin memastikan bahwa orang tua merasa tenang menitipkan anaknya di sini, dan kami pun mendapatkan masukan berharga untuk kemajuan pondok,” ujar KH. Fakih Usman di sela-sela diskusi.

​Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan Doa penutup. Para wali santri mengapresiasi keterbukaan pihak pondok pesantren yang memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara langsung dengan pendiri yayasan.

​”Acara seperti ini sangat menyejukkan. Selain hati menjadi tenang karena zikir bersama, kami juga jadi lebih paham visi besar KH. Faqih Usman dalam mencetak generasi yang ahli agama sekaligus ahli teknologi,” ungkap salah satu wali santri.

​Dengan terlaksananya agenda rutin ini, Pondok Pesantren Al Faqih berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi dua arah dengan masyarakat demi mewujudkan visi pendidikan Islam yang progresif dan berakhlakul karimah.