Solusi dan Cara Cerdas Menghadapi Orang yang Membenci Kita

Bagi teman-teman yang bingung menghadapi orang yang tiba tiba marah dengan kita, tenang saja karena dengan rasa iklhas akan saya kasih tahu solusi, dan cara menghadapinya.

Tapi sebelum kita melanjutkan pembahasan, ada dua pertanyaan buat anda. Dari pertanyaan pertanyaan itulah akan menjadi ilmu buat kita untuk menghadapi mereka yang suka membenci, bahkan mencela, dan menghina orang yang tidak bersalah.

1. Adakah diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan ?

Kalau ada yang merasa bahwa semua tindakannya selalu benar, silahkan berkomentar dan buktikan kalau memang anda tidak pernah melakukan kesalahan.

Saya sangat yakin kalau manusia tingkatan kita pasti pernah bersalah, baik kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja. 

Asal kita tahu… !, 
tidak semua orang menerima begitu saja atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Jadi, bagaimana solusinya mengatasi kesalahan yang membuat orang lain membenci kita ?
Ini PR, dan akan kita bahas bersama.

2. Apakah semua hati manusia pasti menerima kebaikan yang ada ?

Semua orang seperti kita tentu menginginkan sesuatu yang membuat senang, dan puas. Namun yang perlu kita ketahui adalah, perkara yang diinginkan dan membuat hati bahagia, belum tentu baik untuk kita.

Begitupun sebaliknya, ada sesuatu yang baik serta tidak menyalahi aturan Agama, dan Negara, tapi hati mereka belum bisa menerimanya hingga mengakibatkan kebencian.

Jika seperti itu, berarti yang bermasalah adalah hati. Mereka terkena penyakit hati, yang tidak suka ketika orang lain bahagia, maunya menang sendiri, dan merasa paling benar.

Lantas, bagaimana solusinya untuk menghadapi seseorang yang mempunyai penyakit hati ?

Oke, kini waktunya kita memulai pembahasan mengenai Cara Cerdas menyikapi orang yang membenci kita.

Terlebih dahulu, mari kita perhatikan pertanyaan yang nomor satu,

“Adakah diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan ?”

Yang pastinya, kita sebagai manusia biasa terkadang berbuat kesalahan yang disengaja maupun tidak. Olehnya, pertama yang harus dilakukan adalah, koreksi diri sendiri terlebih dahulu, dan cari tahu kenapa mereka membenci kita. Bisa jadi, mereka marah dan benci karena kesalahan kita.

Setelah introspeksi diri, dan mengetahui letak kesalahannya, langkah selanjutnya adalah meminta maaf dan berusaha tidak terulang kembali. Insya Allah, dikemudian hari mereka tidak membenci kita lagi.

Kedua, kita jangan menutup mata, dan telinga. Maksudnya, kita mau menerima teguran orang lain dan jangan menganggap bahwa teguran tersebut wujud dari kebencian mereka. Jika apa yang mereka katakan memang benar, maka kita harus berterimakasih meskipun cara mereka menyampaikannya sedikit menyinggung.

Lanjutkan pertanyaan yang nomor dua.

“Apakah semua hati manusia pasti menerima kebaikan ?”

Sudah saya singgung di atas kalau yang namanya manusia terkadang memiliki penyakit hati. Sejatinya, penyakit hati lebih berbahaya karena orang lain bisa merasakan dampak negatifnya. Mereka yang suka membenci, menghina, membuat berita palsu (Fitnah) dan meremehkan orang sekitarnya itu dikarenakan hati mereka terkena penyakit.

Tahukah Anda, orang yang semacam ini tidak akan tenang jika melihat kita bahagia.
Oleh karena itu, cobalah beberapa tips berikutnya yang akan saya sampaikan ini, dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin ya Allah.

1. Santai saja dan jangan terhanyut emosi.

Wajar saja jika kita sakit hati karena dihina, dicaci-maki, dan lain sebagainya. Tapi ketika kita menanggapi mereka dengan emosi apa bisa menyelesaikan masalah ? Yang ada, justru menambah masalah. Saya ulangi lagi…

Orang yang punya penyakit hati tidak akan tenang jika melihat kita bahagia.

Itu artinya, mereka akan bahagia jika kita susah dan emosi karena perbuatan mereka. Tapi jika kita tidak menghiraukan, lama kelamaan mereka akan bosan sendiri.

2. Jangan membalas dendam atas perbuatan mereka.

Kita diciptakan Allah Subhanahu wa Taala disertai juga dengan akal pikiran. Seharusnya, kita gunakan pikiran kita untuk hal yang positif dan lebih cerdas.

Sekarang begini…

Semisal saya menghina anda dengan mengedit foto dirubah menjadi gambar hewan kemudian di upload ke media sosial online, seperti Facebook atau lainnya. Apa yang anda pikirkan tentang saya ?

Saya yakin,, Anda tidak akan menerima akan itu.

Bahkan, besar kemungkinan banyak orang yang mengatakan

“dasar manusia bodoh, tidak punya akhlak. Masa foto orang diedit menjadi hewan. Apa kamu tidak pernah sekolah, ?”

Naaaaaahhhh, jika anda membalas perbuatan saya, secara otomatis anda memancing banyak orang mengatakan anda sebagai orang bodoh, tidak punya akhlak, dan lain sebagainya.

Lagipula, yang namanya dendam tidak akan memecahkan masalah. Oleh sebab itu, kita jangan membalas keburukan dengan keburukan. Jadilah manusia yang lebih cerdas.

3. Segera tegas dan bertindak.

Terlalu menerima dan kebangetan ikhlas juga tidak boleh kalau bisa berdampak negatif. Saatnya kita bertindak tegas untuk menghadapi orang yang memiliki penyakit hati. Karena jika dibiarkan akan semakin banyak yang menjadi korbannya, seperti di fitnah dan lain sebagainya.

Kita bisa minta bantuan seseorang yang bisa menghentikan perbuatan perbuatan yang merugikan. Bila perlu, laporkan pada pihak yang berwajib.
Tapi ingat. .. !
 jangan gunakan kekerasan…

4. Berdoa dan pasrahkan semuanya kepada sang maha kuasa.

Kita termasuk makhluk yang lemah. Tidak pantas ketika kita menyombongkan diri, yang akhirnya tidak meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Taala. Maka dari itu, kita harus berdoa agar kuat menghadapi orang-orang yang memiliki penyakit hati, dan doakan juga agar mereka sadar, serta bertaubat.

Cukup sekian, dan silahkan bertanya melalui kolom komentar. Kalau saya bisa menjawab, Insya Allah akan saya jawab.

Pengertian dan Penjelasan Kompetensi Kompetensi Guru

Adapun kompetensi yang dimaksud dalam undang-undang nomor 14 Tahun 2005 pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

1. Kompetensi Pedagogik.

Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Penjelasan :
A. Sub Kompetensi memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial, yaitu memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip prinsip perkembangan kognitif, memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.

B. Sub Kompetensi merancang pembelajaran, yaitu menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, mengintegrasikan kompetensi yang ingin dicapai dengan lingkungan hidup, kecakapan hidup, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.

C. Sub Kompetensi melaksanakan pembelajaran, yaitu menata latar pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif (Yang Mendukung).

D. Sub Kompetensi merancang, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran, yaitu merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode, menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar, dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.

E. Sub kompetensi mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan dan menyebarluaskan ilmu dan potensinya, yaitu memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik, dan non akademik yang terkait dengan berbagai permasalahan nyata di lingkungan hidupnya.

2. Kompetensi kepribadian.

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, serta berakhlak mulia.

3. Kompetensi Sosial.

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, masyarakat sekitar, dan lingkungan hidup.

4. Kompetensi Profesional.

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah, substansi keilmuan yang menaungi materinya, penguasaan terhadap struktur dan metode keilmuannya.
Sumber dari buku Menjadi Guru Profesional, Karya Bapak Nur Cholid.
Demikian yang dapat kami tulis, dan semoga bermanfaat.