Aksi Nyata Kemanusiaan: Guru dan Siswa MA-SMP Islam Modern Al Faqih Bahu-Membahu Bersihkan Dampak Banjir di Desa Sima

Sima, Pemalang – Kepedulian sosial ditunjukkan secara nyata oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Faqih pasca bencana banjir yang menerjang Desa Sima baru-baru ini. Puluhan guru dan siswa dari MA Modern Al Faqih serta SMP Islam Modern Al Faqih turun langsung ke lapangan untuk membantu warga melakukan aksi bersih-bersih sisa lumpur dan material banjir pada Selasa, 27 Januari 2026 dan Jumat, 30 Januari 2026.

​Sejak pagi hari, para siswa dan guru tampak antusias menyisir area terdampak. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sapu lidi, dan penggaruk, mereka membersihkan fasilitas umum dan rumah warga yang tertutup lumpur pekat.

​Kegiatan ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan bentuk implementasi pendidikan karakter yang diajarkan di pesantren. Siswa siswi diajak untuk peka terhadap kesulitan sesama dan berani mengambil peran dalam meringankan beban masyarakat.

​Selain menyumbangkan tenaga dalam aksi gotong royong, Pondok Pesantren Al Faqih yang menaungi lembaga pendidikan MA, SMP, hingga PAUD juga menyalurkan bantuan logistik. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan keperluan sandang yang dibagikan langsung kepada warga yang paling terdampak banjir di antaranya desa sima dan beberapa desa yang berada di Kecamatan Pulosari.

​”Kami ingin hadir tidak hanya melalui doa, tapi juga tindakan nyata. Melalui bantuan tenaga dari para santri dan penyaluran sembako ini, kami berharap warga bisa sedikit terbantu dan segera bangkit dari musibah ini,” ujar Bapak Fatahilah selaku  perwakilan Yayasan Ponpes Al Faqih.

​Kehadiran rombongan dari Al Faqih disambut hangat oleh masyarakat. Kehadiran para pemuda ini memberikan semangat tambahan bagi warga untuk memulihkan kondisi desa agar kembali normal seperti sediakala.

​Pendidikan di MA Modern Al Faqih dan SMP Islam Modern Al Faqih ini sangat menekankan aspek empati dan kepedulian. Sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat sangat krusial dalam penanganan pasca-bencana. Pondok pesantren tetap menjadi pilar sosial yang sigap membantu dalam situasi darurat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *