
Sima, Pemalang – Lantunan salawat dan ayat suci Al-Qur’an menggema di aula utama Pondok Pesantren Al Faqih pada Kamis malam (15/01/2026). Seluruh santri, pengasuh, dan jajaran asatidz berkumpul dengan penuh khidmat untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Iman dan Memperbaiki Ibadah Salat sebagai Fondasi Karakter Santri di Era Modern”. Acara ini bertujuan untuk merefleksikan kembali makna perjalanan spiritual Rasulullah dalam menerima perintah salat lima waktu.
Kegiatan dimulai setelah sholat isya berjamaah dengan beberapa rangkaian acara. Acara pertama pembacaan Maulid Simthudduror yang dibawakan oleh tim hadrah santri, menambah suasana mahabbah kepada Baginda Nabi. Acara kedua yaitu Pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang melantunkan surah Al-Isra. Kemudian dilanjut dengan acara inti yaitu Mauidhah Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Ityanul Arzak, S.E, mengenai urgensi salat sebagai “Mi’raj”-nya orang beriman.

Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan para santri bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah bukti kekuasaan Allah yang melampaui logika manusia. “Isra Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan satu malam, tapi merupakan revolusi spiritual. Perintah salat yang dibawa Rasulullah adalah hadiah terbesar bagi kita untuk selalu ‘terhubung’ dengan Sang Pencipta di tengah hiruk-pikuk dunia,” pesan beliau.
Meskipun acara berlangsung hingga larut malam, para santri tampak antusias menyimak. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al Faqih, dilanjutkan dengan ramah tamah (makan bersama) sebagai wujud syukur dan mempererat tali silaturahmi.
