SINERGI MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI: SMP & MA MODERN AL FAQIH GELAR ORIENTASI WALI SANTRI BARU DAN SARASEHAN BERSAMA PENDIRI YAYASAN

Sima, Pemalang – Memulai tahun ajaran baru dengan kesamaan visi dan misi, SMP Islam Modern Al Faqih dan MA Modern Al Faqih sukses menggelar agenda Pertemuan dan Orientasi Wali Santri Baru untuk kelas 7 (SMP) dan kelas 10 (MA). Pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh ratusan wali santri, jajaran dewan guru, serta pengurus yayasan.

​Acara ini didesain sebagai jembatan silaturahmi sekaligus penyelarasan komitmen antara pihak pesantren dan orang tua dalam mendidik santri di era modern.

​Dalam sesi utama, pihak manajemen madrasah memaparkan secara komprehensif mengenai arah pendidikan yang akan ditempuh oleh para santri baru. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi visi dan misi dari Pondok Pesantren Al Faqih, SMP Islam Modern Al Faqih Serta MA Modern Al Faqih. Selain pemaparan mengenai visi dan misi sesi ini juga memaparkan mengenai kurikulum yang ada baik di pondok, SMP maupun MA.

​Sesi selanjutnya yaitu pemaparan mengenai program unggulan  dan tata tertib yang akan di sepakati oleh para walisantri nantinya. Penjelasan mengenai regulasi kehidupan dipesantren dan lingkungan sekolah demi membentuk karakter santri yang mandiri, jujur, dan bertanggung jawab.

​Puncak dari rangkaian acara ini adalah sesi sarasehan interaktif bersama Pendiri Yayasan Haji Taidin Sima, Bapak Faqih Usman, M.Tech.

​Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya konsep tripartit pendidikan, yaitu kerja sama yang kuat antara santri, pesantren, dan orang tua.

​”Pendidikan yang sukses di era modern ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pondok pesantren adalah tempat menempa, namun doa dan kerelaan dari orang tua di rumah adalah bahan bakar utama kesuksesan anak-anak kita. Kami berkomitmen memberikan fasilitas dan metode terbaik agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki mentalitas islami yang tangguh,” ujar Bapak Faqih Usman M. Tech.

​Sesi sarasehan kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka, di mana para wali santri diberikan kesempatan untuk bertanya, memberikan saran, dan berdiskusi langsung mengenai masa depan pendidikan putra-putri mereka.

​Acara ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran proses belajar mengajar selama satu tahun ke depan. Melalui orientasi ini, diharap para wali santri dapat melepas putra-putrinya dengan rasa percaya penuh, siap bersinergi mengantarkan mereka menjadi generasi Robbani yang siap bersaing di kancah global.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *